Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan Laksanakan Integrasi Operasi Timbang, Pemantauan Perkembangan, dan Pemberian Vitamin A

03 Agustus 2019 | Administrator | 1696 Dilihat

Salam sehat,

Pemenuhan gizi untuk menciptakan generasi yang sehat di masa depan sangat diperlukan, karena pembangunan kesehatan merupakan investasi utama untuk pengembangan sumber daya manusia. Masalah kekurangan gizi yang dihadapi saat ini adalah gizi kurang (underweight), pendek (stunting), maupun kurus (wasting), serta masalah kegemukan yang juga mulai meningkat. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya, dan akan berdampak pada gangguan perkembangan.

Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi di dalam kandungan hingga usia dua tahun atau pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga perlu dilakukan kegiatan pemantauan pertumbuhan pada balita setiap bulan, dan pemantauan perkembangan minimal dua kali setahun, serta penanggulangan masalah gizi lainnya melalui pendekatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pemantauan pertumbuhan pada balita di Posyandu merupakan salah satu upaya untuk menurunkan masalah kekurangan gizi dan stunting. Pemantauan pertumbuhan perlu disertai dengan pemantauan perkembangan, untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan formal, serta untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi, kognitif, mental, dan psikososial anak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan menyelenggarakan Operasi Timbang dan Pemantauan Perkembangan setiap bulan Februari dan Agustus, bertepatan dengan Bulan Pemberian Vitamin A, yang memerlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan, terutama lintas sektor, kader, dan masyarakat luas. Pada bulan Februari dan Agustus dilaksanakan pembagian suplementasi vitamin A kapsul biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan, dan kapsul merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin A kapsul merah juga diberikan kepada ibu yang dalam masa nifas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Anang Risgiyanto, S.KM., M.Kes., menerangkan bahwa Vitamin A tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia, sehingga harus dipenuhi dari luar tubuh. Sumber vitamin A sebagian besar berasal dari produk hewani, seperti daging, telur, susu, dan hati, serta beberapa makanan nabati yang mengandung beta-karoten (pro-vitamin A yang diubah tubuh menjadi vitamin A, berasal dari buah dan sayuran berwarna, seperti wortel, bayam, brokoli, semangka, pepaya, mangga, tomat). selain itu, ada lagi sumber vitamin A yang sangat potensial, karena gratis, mudah didapatkan, dan dosisnya mencukupi, yaitu kapsul vitamin A.   

Lebih lanjut Anang menerangkan, bahwa kapsul vitamin A yang disebut juga retinol terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi, juga integritas sel epitel pelapis tubuh. Vitamin A juga dapat mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan serta mencegah anemia pada ibu nifas. Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko anak menjadi rentan terkena penyakit infeksi saluran pernafasan atas, campak dan diare.

Kapsul vitamin A bisa diperoleh di sarana fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, pustu, poskesdes/polindes, balai pengobatan, praktik dokter, bidan praktik swasta, maupun di Posyandu, dan diberikan secara GRATIS, tegas Anang.     

Anang menghimbau agar semua bayi dan balita yang ada di Kabupaten Way Kanan untuk mendapatkan kapsul vitamin A, karena saat ini sudah mulai masuk bulan Agustus, bulan pemberian kapsul vitamin A.  Ayo bawa bayi dan balita kita ke Posyandu, Puskesmas, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan kapsul vitamin A secara gratis...

Sabtu (03/08/2019).