Dinas Kesehatan melakukan Pembinaan dan Pengawasan Pelayanan Kesehatan Tradisional

29 Agustus 2019 | Administrator | 50 Dilihat

Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan sebagai salah satu pihak berwenang yang bertanggung jawab dalam pengawasan pelayanan kesehatan tradisional, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyedia sarana obat tradisional dan penyehat tradisional se-Kabupaten Way Kanan, di Aula Ksatria Bakti Husada Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan. Rabu (28/08/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Anang Risgiyanto, S.KM, M.Kes., menerangkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh para penyedia sarana obat tradisional dan penyehat tradisional yang ada di Kabupaten Way Kanan,  bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan profesionalisme sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan tradisional empiris yang aman dan bermanfaat. 

Lebih lanjut Anang menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan tradisional empiris adalah penerapan kesehatan tradisional yang manfaat dan keamanannya terbukti secara empiris berdasarkan observasi dan percobaan, dilaksanakan oleh penyehat tradisional yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman turun temurun maupun pendidikan non formal dengan cara pelatihan dan kursus, serta dibuktikan dengan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) yang menjadi mitra dan diakui oleh Instansi Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Anang juga menegaskan, penyehat tradisional yang akan melakukan pelayanan kesehatan tradisional empiris wajib memiliki Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT), yaitu bukti tertulis berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan yang diberikan kepada penyehat tradisional yang telah mendaftar untuk memberikan pelayanan kesehatan tradisional empiris. STPT hanya berlaku untuk 1 (satu) tempat praktek, berlaku selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang kembali. Dalam memberikan pelayanan kesehatan tradisional empiris, penyehat tradisional harus emberikan pelayanan berdasarkan upaya promotif dan preventif, sesuai dengan pendekatan akar budaya, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional empiris harus dapat dipertanggungjawabkan keamanan dan manfaatnya secara empiris, dan digunakan secara rasional, tidak bertentangan dengan norma agama dan norma yang berlaku di masyarakat, serta tidak bertentangan dengan program pemerintah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kamis (29/8/2019).