Dinkes Way Kanan Lakukan Pemeriksaan Filariasis

18 September 2019 | Administrator | 121 Dilihat

Penyakit Kaki Gajah (Lymphatic Filariasis) yang selanjutnya disebut Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening, penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan melakukan pemeriksaan Filariasis terhadap 25 orang warga dewasa dengan radius ± 200 meter dari rumah warga yang terduga terkena Filariasis atau penyakit kaki gajah di Kampung Negara Sakti, Kecamatan Pakuan Ratu.  Selasa (17/09/2019).
   
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Anang Risgiyanto, SKM, M.Kes, menerangkan bahwa pemeriksaan ini merupakan suatu upaya untuk deteksi dini dan mengetahui tingkat penyebaran penyakit filariasis di daerah yang terduga ada penderita filariasis. Pemeriksaan ini dilakukan melalui Survei Darah Jari (SDJ) yaitu pengambilan sediaan darah jari dan pemeriksan mikroskopis untuk mengidentifikasi mikrofilaria. Pemeriksaan ini hanya dapat dilakukan pada malam hari karena mikrofilaria hanya berpindah di dalam darah pada waktu malam.   

Lebih lanjut Anang menerangkan bahwa penyakit ini bersifat kronis dan berlangsung lama secara bertahap, hampir tidak menyebabkan gejala pada tahap awal. Gejala umum yang biasanya timbul adalah ruam kulit, penebalan kulit dan jaringan dibawahnya, pembengkakan dan peradangan pada kelenjar getah bening.  Infeksi dan cacat menetap yang ditimbulkannya seperti pembesaran pada kaki, lengan, dan alat kelamin bila penderita telah lama tidak mendapatkan pengobatan.

Anang menegaskan, bahwa kebersihan yang baik merupakan bagian penting untuk mencegah kejadian penyakit filariasis, lingkungan yang kotor seperti banyak barang bekas dan genangan air merupakan tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang biak, karena nyamuk merupakan perantara cacing penyebab filariasis.

Tindakan utama yang harus dilakukan adalah menghindari gigitan nyamuk dan mencegah lingkungan menjadi tempat berkembang biak nyamuk, dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mengubur tempat maupun barang untuk mencegah nyamuk bersarang, menggunakan obat penangkal nyamuk, menggunakan pakaian tertutup saat aktivitas di luar rumah, dan tempat tidur menggunakan kelambu. Cara ini harus dilakukan untuk memutus mata rantai dan penularan penyakit filariasis, sehingga tidak ada lagi yang menderita penyakit kaki gajah di Kabupaten Way Kanan.