Strategi Pengembangan Sistem Informasi Surveilans Imunisasi di Kabupaten Way Kanan

26 September 2019 | Administrator | 69 Dilihat

Surveilans merupakan suatu kegiatan pengamatan penyakit yang dilakukan secara terus menerus dan sistematis terhadap kejadian dan distribusi penyakit, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada masyarakat, sehingga dapat dilakukan penanggulangan untuk mengambil tindakan yang efektif.

Prioritas surveilans penyakit yang perlu dikembangkan adalah Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dan penyakit yang potensial menimbulkan wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan data dan informasi kesehatan, maka diperlukan sistem surveilans kesehatan agar tersedia data dan informasi secara teratur, berkesinambungan, dan valid, sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan dalam upaya pelayanan kesehatan di tingkat lokal maupun nasional, serta dapat memberikan kontribusi terhadap komitmen global.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan melakukan Kegiatan Pertemuan Penguatan Jejaring dan Pengembangan Sistem Informasi Surveilans Imunisasi bagi penanggung jawab program imunisasi di UPT Puskesmas se-Kabupaten Way Kanan. Kamis (26/09/2019).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Anang Risgiyanto, SKM, M.Kes, dalam arahannya menyampaikan bahwa ketepatan laporan mingguan yang dilaporkan melalui website Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan masih harus lebih ditingkatkan kembali, dan cakupan pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) tetap harus dipertahankan dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Way Kanan, untuk mendeteksi secara dini terjadinya peningkatan kasus penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB.

Anang berharap agar kegiatan ini dapat memberikan solusi atas semua hambatan dan kendala yang menyebabkan belum tercapainya cakupan program secara maksimal sehingga dapat lebih meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular.   

Kamis (26/09/2019).